Salah sangka mode on

Les Story…
Ceritanya kami sedang les biologi disalah satu bimbingan belajar yang terkenal di Yogyakarta, aku duduk paling belakang bersama Alineo, sementara di depanku ada Hafidz, Acil, Dhana dan Dori. Disebelah kanan kami diisi anak-anak cewek. Kelas biologi kali ini diampu oleh Tentor cowok, dan kami membahas tentang Respirasi.
Sang Tentor menjelaskan tentang bagaimana otot ketika sedang relaksasi dan kontraksi…
“oke adek-adek, otot itu ketika sedang relaksasi akan memanjang,” jelasnya. Kami hanya manggut-manggut manut mendengar penjelasannya.
“lha kalo otot dalam keadaan kontraksi itu bagaimana?,” lanjutnya sambil berusaha membuat kami menjawab.
“… akan memanjang!,” ceplosku innocent. Sontak seluruh anak tertawa. Aku benar-benar gak ngerti kenapa mereka bisa tertawa, padahal kayaknya gak ada yang lucu deh.
Lalu sang Tentor bicara lagi; “salah [sambil menahan tawa], otot itu kalo sedang kontraksi ya memendek toh, kalo memanjang itu tandanya sedang dalam keadaan relaksasi!”.
Aku dong! Cuma sekarang yang bikin aku bingung kenapa mereka bisa tertawa mendengar jawabanku yang salah?
Akhirnya si Alineo menjelaskan, jawabanku tadi saru katanya. Bayangkan aja, pada umumnya kan otot itu kalo sedang kontraksi pasti memendek, dan jika dalam keadaan relaksasi itu sebaliknya (lihat otot pada lengan kita), Cuma ada satu otot yang memanjang dalam keadaan kontraksi dan memendek dalam keadaan relaksasi [sebaliknya], coba kalian tebak otot apakah itu???

NB : Anak cowok harusnya tau!

Tulalit versi 2

XI IPA1 Story…
Istirahat sudah hampir selesai, tapi guru fisika (baca: Ibu Budi), belum juga masuk. Maka untuk mengisi kekosongan yang membosankan, Ramadhana Muhammad Efendi (baca: Dhana) meminjam HPku untuk ngegame.
Ketika sedang asyik ngegame, Ibu Budi masuk kelas, spontanlah ia berhenti ngegame dan memasukkan HPku ke laci mejanya.
Kelas berlangsung alakadarnya…
Ketika Ibu Budi sedang mengerjakan contoh soal di papan tulis, tiba-tiba terdengar suara Tone dari laci Dhana. Tone yang sangat keras itu membuat Dhana terkejut. Bukan hanya dia, seluruh anak dan Ibu Budi pun terkejut, semuanya langsung melihat kearah Dhana. Dhana pucat, dengan malu ia keluarkan HPku dari dalam lacinya dan menyerahkannya kepadaku sambil berkata; “ini HPnya Ibox, bukan HPku!”.

Hanya kalian yang membuatku tersenyum

XC Story…
“waah tadi hebat e Dit!,” kata Brilly ketika istirahat pertama berlangsung.
“terimakasih,” jawabku senang.
Back…! Back…! Back…!
15 menit yang lalu, aku yang minggu kemaren disuruh bikin cerita rakyat yang beredar disekitar tempat tinggalku sama Ibu Siti, telah berdiri didepan kelas, seluruh mata anak XC memandang kearahku. Ibu Siti tidak bisa berkedip menunggu apa yang akan aku ceritakan kepada mereka.
Aku mulai bercerita tentang sejarah berdirinya Pindok Pesantren Al-Munawwir di Krapyak dan asal mula nama jalan Ali-Maksum di Krapyak.
Ketika sedang asik bercerita didepan kelas, tiba-tiba aku lupa apa lanjutan ceritanya setelah KH. Ali Maksum pulang dari Mesir [karena waktu itu memang di suruh menghafal ceritanya, sementara cerita rakyat yang aku bacakan tidak begitu terkenal, sehingga aku tidak tahu apa yang harus kukatakan].
Semua yang ada di kelas XC menunggu lanjutan kisahku, sementara aku hanya berdiri terpaku didepan kelas sambil berpikir apa yang akan ku ceritakan selanjutnya…
Lalu terlintas di benakku tentang jalan KH. Ali Maksum, langsung saja aku bilang; “lalu jadilah jalan KH. Ali Maksum!” [sambil melakukan gerakan yang menggambarkan sebuah jalanan].
Semua anak bertepuk riang gembira, membuat keriangat dinginku kembali menjadi keringat yang alakadarnya.
“hebat!,” kata Brilly. “dapat 100 itu Bu!”.
Sementara Ibu Siti hanya tersenyum.
Aku kembali duduk dan mendengar Ibu Siti mengumumkan hasil nilaiku, dan ternyata aku mendapat nilai 85. Alhamdulillah, walaupun tidak mendapat nilai seratus tapi aku sangat senang karena mendapat sambutan dan tepuk tangan yang meriah dari teman-teman sekelasku. I love you XC!

An Accident

XC Story…
Keterima di SMA N 4 Yogyakarta sangatlah membuatku tidak bisa berhenti bersyukur, kalian tahu? Impianku sejak kecil adalah bersekolah di SMA di Yogyakarta. Syukur selalu ku panjatkan kehadirat Allah SWT [dadi kaya pidato].
Karena rasa senang dan terimakasih yang sangat besar kepada orang tuaku, aku jadi ikhlas walaupun hanya dibelikan sepeda ontel untuk dikendarai ketika pergi kesekolah, dan kisah ini bercerita tentang sepeda ontel kesayanganku…
Pagi itu seperti biasa aku pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda onthelku [hari ke4 sekolah]. Singkat cerita, aku sudah sampai dijalan Magelang dan segera menuju gapura SMA N 4 Yogyakarta, aku yang sebelumnya bersepeda di pinggir sebelah kiri jalan mulai menyebrang [karena memang gapura SMA N 4 ada di sebelah kanan jalan]. Akibat tidak hari-hati, sebuah mobil van berkecepatan tinggi menabrakku dan sepedaku.
Aku terseret dengan kakiku masuk kedalam jeruji depan sepedaku sejauh 5meter, setelah sang supir van menyadari keberadaanku, beliau langsung menghentikan van-nya dan mengecek keadaanku. Aku langsng dibawa ketepi jalan oleh sang supir dan beberapa warga sekitar. Dalam keadaan yang was-was aku menahan sakit dikakiku akibat masuk kedalam jeruji. Tapi waktu itu aku masih bisa jalan, hanya saja sepedaku sudah tidak berbentuk sepeda. Lalu dengan ikhlas, sang supir membawakan sepedaku ke bengkel, sementara aku diantar kesekolah oleh Pak Peter [guru SMA N 4 yang kebetulan ada di TKP].
Sore hari ketika aku sudah akan pulang, sepedaku sudah menantiku di depan gerbang SMA N 4 Yogyakarta dalam keadaan seperti semula, terimakasih ya Allah!

Kisah tentang Sepeda Motor

XI IPA1 Story…
[Bowo dan Catur]
Waktu itu kami, XI IPA1 sedang istirahat di depan kelas, duduk-duduk memandang motor diparkiran. Bowo yang sedang duduk bareng Ariani sedang memandang lekat-lakat motor Vixion kesayangannya. Catur yang pada waktu itu sedang duduk disebelahnya nyeletuk; “wuss! Motormu dadi GR kwe ndeloki ae [wuss! Motormu jadi GR kamu liatin aja]”.
“ben, daripodo motormu! [biarin, daripada motormu!]”.
“emang motorku ngopo?”.
“kwe nek numpak motormu ketoke kyo jin lampu numpak sajadah mabur! [kamu kalo naik motormu keliatannya kayak jin lampu naik sajadah terbang!]”.
Ckakakakakak…

[aku dan Hafidz]
Kami berdua sedang berjalan-jalan ria dimalam minggu, cuci mata gitu dimalioboro. Hehe. Aku menaiki sebuah motor butut [tidak boleh sebut merek] sambil membonceng Hafidz.
Kami berhenti disebuah lampu merah. Aku ngobrol dulu bersama Hafidz sambil menunggu lampu merah berubah jadi hijau. Lalu tanpa kami sadari, saking enaknya ngobrol ternyata lampunya sudah hijau, makannya dari tadi kendaraan dibelakangku tuun tuun melulu. Dan karena kalap akibat bunyi klakson pengendara lain, akhirnya aku yang lupa mengurang gigi motor menjadi 2 langsung tancap gas, akibatnya matarku terbang, menculat! Untung saja kami tidak jatuh. Hahahaha…

[Hafidz, Acil, Dhana, dan Aku]
Another story!
Kami berempat sedang jalan-jalan keliling Jogja ditengah malam. Aku boncengan sama Hafidz dan Dhana boncengan sama Acil. Aku yang memimpin perjalanan. Kami telah sampai di sebuah lampu merah. Aku berhenti dan Dhana pun ikut berhenti. Karena sudah malam maka lampu merahpun sepi banget. Akhirnya karena gak ada kendaraan yang lewat dari jalan lainnya, aku langsung nerobos lampu merah, Dhana juga ikut-ikutan. Aku langsung tancap gas takut-takut ada polisi yang ngikutin.
Setelah cukup jauh dari tuh lampu merah aku melambatkan laju motorku, lalu tiba-tiba ada sebuah motor mendekatiku, orang diatas motor itu berkata; “mas, mas menepi mas! Anda kena tilang!”.
Otomatis aku langsung tancap gas tanpa memandang tuh orang yang ada di atas motornya. Hafidz yang aku boncengpun ikut berteriak-teriak; “ayo Dit, lebih cepat lagi!”.
Aku tancap gas semakin cepat. dan ketika aku melihat kearah spion ku, ternyata dibelakangku tidak ada siapa-siapa, hanya ada Dhana dan Acil. What the!!! Jadi ternyata merekalah yang pura-pura jadi polisi! Asem!

Pelajaran pertama: Jika badan anda super besar, janganlah naik motor yang mini [seperti bebek], karena selain motornya kasian, anda juga kasian coz bakal di ejek temen-temen terus. Hehehe
Pelajaran kedua: jika sedang mengendarai sepeda motor janganlah mengobrol atau ngerumpi, atau bahkan ngegosip! Karena nanti malah di timpuk pake tae kebo sama pengendara lain. Hohoho
Pelajaran ketiga: taatilah lalu lintas, dan dalam mengendarai kendaraan seperti sepeda motor lengkapilah surat-suratnya [seperti SIM, STNK dll], karena jika anda melengkapi surat-surat kendaraan anda dan mentaati peraturan lalu lintas, insya Allah anda tidak akan di kerjain teman anda. Hahahaha

Grogi Vs. Ngarep!

XII IPA3 Story…
Waktu istirahat biasa digunakan Catur untuk pergi ketoilet, setelah pergi ketoilet ia kembali kekelas XII IPA3 dan segera berjalan menuju kebangkunya, ketika sedang berjalan menuju bangkunya ia ditilang oleh Rafika.
“eh Catur, kamu kok hari ini cakep banget deh,” katanya kepada Catur. Catur yang bingung tidak memperdulikannya. Ia hanya berjalan saja sambil salting melihat si Rafika yang mengkedip-kedipkan matanya genit, akibatnya tuh Catur yang badannya super gemuk nabrak meja. Rafika dan kawan-kawan tertawa terbahak-bahak.
“huh!,” lenguh Catur.
“oke Catur, kamu kan cakep jadi aku bayarin kasnya ya, makasih,” kata Rafika tanpa dosa.
“we ee e, enak aja! Sakit tau!”.
Pelajaran pertama: jangan mudah tergoda oleh rayuan manis dari mulut cewek
Pelajaran kedua: Nghem! Kalo jalan tuh liat-liat!

Eno dan Ibu Utik

XII IPA3 Story…
Waktu itu Eno [Retno Intan Pratiwi] duduk sendirian di bangku paling belakang, karena si Chairanisa duduk bersama Hanan di bangku di depannya.
Karena aku iba melihat dia duduk sendiri aku mulai menggodanya [hehe]
“waw, Eno duduknya sendirian,” kataku.
Eno langsung menengok kearahku dan tersenyum. Dan seperti biasa kalo aku lagi ngomong sama Eno, si Catur langsung ikut nimbrung.
“Eno, Eno, ayo mie ayam! PJ, PJ!,” [haduuh! Topike ra penting tur ra jelas!].
Terus setelah si Catur selesai dengan topik ‘mie ayam’nya, dia langsung ganti topik.
“woo Eno pake sepatunya gak hitam! Hari ini kan hari senen!,” katanya menghakimi sendiri.
“weh enak aja, wah kamu gak bisa liat ya? sepatu hitam gini kok dibilang gak hitam,”.
“ya kan ada putihnya,”.
“tapi kan gak dominan!,” elak Eno.
“tetep aja ada putihnya!,”.
“ya terserah aku dong,” belanya. “eh kemaren aku dimarahin Ibu Utik lho”.
“ha? Kenapa?,” kata Catur. Aku juga ikut mencuri dengar karena penasaran.
“soalnya aku pake baju lengan panjang, rok panjang tapi gak pake kerudung, hehe,”. Dueengg!! Yaiyalah pasti dimarahin! Orang pake rok panjang kok gak pake kerudung.
“welah! Ya pasti dimarahin lah!,” kata Catur maklum dengan kepolosan Eno.
“weh kenapa pas dimarahin Ibu Utik gak bilang ‘ya terserah aku dong!’?,” kataku. “pasti kamu gak jadi dimarahin”.
“waguu!!”.

Pelajaran pertama: kalo lagi berlangsung KBM itu gak boleh ngobrol sendiri! [heho]
Pelajaran kedua: hei hari senin itu pake sepatu hitam!
Pelajaran ketiga: jangan seenaknya nimbrung sama forum orang lain tanpa ada izin dahulu
Pelajaran keempat: kalo pake baju dan rok panjang itu harus pake kerudung!
Pelajaran kelima: gak usah waguu ah!